<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Pandan wangi.com</title>
	<atom:link href="http://yudiepriyadi.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://yudiepriyadi.wordpress.com</link>
	<description>Perkembangan indonesia WordPress.com weblog</description>
	<lastBuildDate>Fri, 14 Oct 2011 15:42:13 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='yudiepriyadi.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Pandan wangi.com</title>
		<link>http://yudiepriyadi.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://yudiepriyadi.wordpress.com/osd.xml" title="Pandan wangi.com" />
	<atom:link rel='hub' href='http://yudiepriyadi.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>PENGANTAR EKONOMI (Lanjutan_2)</title>
		<link>http://yudiepriyadi.wordpress.com/2010/11/10/pengantar-ekonomi-lanjutan_2/</link>
		<comments>http://yudiepriyadi.wordpress.com/2010/11/10/pengantar-ekonomi-lanjutan_2/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 10 Nov 2010 08:07:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>yudiepriyadi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Belajar]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://yudiepriyadi.wordpress.com/?p=161</guid>
		<description><![CDATA[LINGKUNGAN PERUSAHAAN 6.1 Pengaruh Lingkungan Terhadap Perusahaan Kondisi bisnis banyak berpengaruh pada kehidupan kita. Oleh karena itu perusahaan-perusahaan mempunyai beberapa tanggung jawab pada kehidupan dan kesejahteraan manusia. Perusahaan tidak bisa berprinsip “semau gue “ dalam melaksankan kegiatanya. &#160; Istilah tanggung jawab sosial menunjukkan pertimbangan menunjukkan pertimbangan manajemen tentang pengaruh-pengaruh sosial di samping juga pengaruh ekonomi [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=yudiepriyadi.wordpress.com&amp;blog=7773412&amp;post=161&amp;subd=yudiepriyadi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="color:#008000;"><strong>LINGKUNGAN PERUSAHAAN</strong></span></p>
<p><span style="color:#339966;"><strong>6.1 Pengaruh Lingkungan Terhadap Perusahaan </strong></span></p>
<p>Kondisi bisnis banyak berpengaruh pada kehidupan kita. Oleh karena itu perusahaan-perusahaan mempunyai beberapa tanggung jawab pada kehidupan dan kesejahteraan manusia. Perusahaan tidak bisa berprinsip “semau gue “ dalam melaksankan kegiatanya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Istilah tanggung jawab sosial menunjukkan pertimbangan menunjukkan pertimbangan manajemen tentang pengaruh-pengaruh sosial di samping juga pengaruh ekonomi dari keputusan-keputusannya. Tanggung sosial tersebut mencakup hal-hal seperti bidang kesehatan, informasi konsumen, praktek tanpa diskriminasi, dan pemeliharaan lingkungan fisik.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><span style="color:#00ff00;"><strong>6.1.1 Pengertian Lingkungan Perusahaan</strong></span></p>
<p>Lingkunagan perusahaan dapat diartikan sebagai keseluruhan dari faktor-faktor yang mempengaruhi perusahaan baik organisasi maupun kegiatannya. Sedangkan arti lingkungan secara luas mencakup semua faktor ekstern yang mempengaruhi individu, perusahaan, masyarakat.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Masyarakat sekarang mempunyai pengaruh yang kuat dan bermacam-macam, dan berbagai kelompok yang ada dimotivasi oleh minatnya sendiri. Perusahaan sangat bergantung pada masyarakat untuk membeli barang dan jasa yang ditawarkan. Oleh karena itu perusahaan harus menjaga hubungan baik dengan kelompok atau pihak-pihak yang berkepentingan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong> </strong></p>
<p><span style="color:#99cc00;"><strong>Kesan Negatif Tentang Perusahaan</strong></span></p>
<p>Dari pemberitaan pers yang dapat kita ikuti, banyak masalah yang menciptakan kesan negatif tentang perusahaan, antara lain menyangkut :</p>
<p>- Penyelewengan pajak</p>
<p>- Penyelundupan barang</p>
<p>- Penyogokan kepada pejabat pemerintah</p>
<p>Kritik terhadap perusahaan tidak hanyak terbatas pada pertimbangan ekonomi, moral, etik, dan politik saja; tetapi juga menyangkut lingkungan fisik. Limbah kimia yang berbahaya bagi kehidupan dibuang begitu saja ke sungai.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><span style="color:#99cc00;"><strong>Usaha-usaha untuk Memperbaiki Kesan Negatif</strong></span></p>
<p>Usaha memperbaiki adanya kesan-kesan negatif dari masyarakat terhadap perusahaan, perusahaan harus tidak menciptakan masalah-masalah yang negatif serta perlu melaksanakan kegiatan hubungan</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><span style="color:#00ff00;"><strong><span style="color:#339966;">6.2  Lingkungan Fisik, Energi Dan Konservasi</span></strong></span></p>
<p>Dari masalah-masalah ekonomi dan sosial, salah satu masalah yang sangat sulit diatasi dan memerlukan biaya besar adalah yang berkaitan dengan lingkungan fisik.</p>
<p><strong> </strong></p>
<p><span style="color:#00ff00;"><strong>6.2.1   Ekologi</strong></span></p>
<p>Ekologi adalah suatu ilmu yang mempelajari hubungan antar manusia dengan lingkungannya.  Kualitas lingkungan kita sudah menurun. Hal ini terutama disebabkan oleh kombinasi dari tiga faktor :</p>
<p>1. Semakin meningkatnya konsentrasi penduduk</p>
<p>2. Perkembangan teknologi baru</p>
<p>3. Semakin meningkatnya kemakmuran ekonomi.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Hampir setiap orang setuju dengan angapan bahwa kita harusnya menjaga kondisi lingkungan yang baik secara ekologis.  Tetapi pencapaian ini memerlukan adanya usaha timbal balik yang mungkin tidak selalu kita inginkan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Tujuan-tujuan ekologi memang sangat penting<strong>. </strong>Tetapi, persoalan riilnya adalah menyangkut apakah kita dapat mengkoordinir tujuan-tujuan tersebut dengan tujuan sosial dan tujuan ekonomi lainnya.</p>
<p><strong> </strong></p>
<p><span style="color:#00ff00;"><strong>6.2.2   Macam – macam Polusi</strong></span></p>
<p>Polusi merupakan pengrusakan lingkungan alam di mana kita hidup dan bekerja. Air dan udara yang sebelumnya bersih, sekarang telah tercemar. Masing-masing jenis populasi berikut ini menjadi ancaman bagi lingkungan yang sehat.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><span style="color:#00ff00;"><strong>6.2.3  Energi dan Konservasi</strong></span></p>
<p>Di Indonesia sumber energi minyak bumi sudah lama digunakan di samping batu bara dan air. Kemudian muncul penggunaan gas alam yang juga dihasilkan didalam negeri; dan akhir-akhir ini sudah dikembangkan<strong> </strong>penggunaan sumber energi matahari serta kemungkinan penggunaan tenaga nuklir.</p>
<p><strong> </strong></p>
<p><span style="color:#339966;"><strong>6.3  Lingkungan Perekonomian Dan Perpajakan</strong></span></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><span style="color:#00ff00;"><strong>6.3.1 Alasan-alasan bagi Meningkatnya Pengeluaran Pemerintah</strong></span></p>
<p>Pemerintah membiayai pengeluarannya dari hasil pemungutan pajak. Alasan-alasan bagi Pemerintah untuk meningkatkan pajak adalah untuk membiayai pengeluaran yang semakin meningkat. Meningkatnya pengeluaran Pemerintah ini merupakan suatu tendensi yang mungkin menyebabkan naiknya laju pertumbuhan urbanisasi. Pertambahan penduduk dan permintaan masyarakat, serta pengeluaran biaya untuk pertahanan negara.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><span style="color:#00ff00;"><strong>6.3.2   Penerimaan dan Pengeluaran Pemerintah</strong></span></p>
<p>Apabila pengeluaran Pemerintah lebih besar dari penghasilannya, maka akan terjadii defisit. Untuk menutup defisit ini dapatlah dilakukan peminjaman kepada bank-bank.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Ada beberapa macam pajak yang dikenakan oleh Pemerintah, antara lain :</p>
<p>a. Pajak Tidak Langsung</p>
<p>b. Pajak Langsung</p>
<p><strong> </strong></p>
<p>Secara keseluruhan penerimaan Pemerintah dapat diperoleh dari :</p>
<ul>
<li> Penerimaan dalam negeri.</li>
</ul>
<ul>
<li> Penerimaan pembangunan</li>
</ul>
<p><strong> </strong></p>
<p>Sedangkan seluruh pengeluaran Pemerintah dapat dikelompokkan ke dalam.</p>
<ul>
<li> Pengeluaran rutin, antara lain berupa : belanja pegawai, belanja barang, subsidi daerah otonom, dll.</li>
</ul>
<ul>
<li> Pengeluaran Pembangunan.</li>
</ul>
<p><strong> </strong></p>
<p><span style="color:#339966;"><strong>6.4  Lingkungan Hukum</strong></span></p>
<p>Kebiasaan-kebiasaan, tradisi, peraturan-peraturan, konstitusi dan keputusan-keputusan suatu lembaga merupakan sumber dari sistem hukum yang berlaku. Hukum yang ada di Indonesia dapat dikelompokkan ke dalam :</p>
<p>1. Hukum Publik</p>
<p>2. Hukum Privat</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><span style="color:#339966;"><strong>6.5  Lingkungan Pemerintah</strong></span></p>
<p>Hubungan antara perusahaan dengan pemerintah telah berkembang dari usaha-usaha untuk menggali dan menggunakan sumber-sumber ekonomi, yang ditujukan untuk menciptakan kondisi perekonomian yang sehat. Hubungan ini menimbulkan berbagai macam kelompok kegiatan usaha dan akan berpengaruh terhadap perubahan sumber-sumber yang harus digunakan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Pemerintah telah banyak membantu kegiatan usaha dalam berbagai bentuk, antara lain perlindungan terhadap kekayaan dan hak paten, serta pengadaan kontrak-kontrak. Di sini terdapat suatu dorongan yang membantu secara langsung pada masing-masing sektor dalam perekonomian.</p>
<p><strong> </strong></p>
<p><span style="color:#00ff00;"><strong>6.5.1   Perhatian Pemerintah Terhadap Kegiatan Usaha.</strong></span></p>
<p>Pemerintah telah memberikan bantuan dalam kehidupan perusahaan terutama berupa perlindungan atas kekayaan, pengadaan kontrak dan pemberian paten. Keuntungan-keuntungan ekonomi juga merupakan alasan bagi pemerintah untuk memberikan bantuan, di samping alasan keamanan dan alasan-alasan lain.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/yudiepriyadi.wordpress.com/161/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/yudiepriyadi.wordpress.com/161/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/yudiepriyadi.wordpress.com/161/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/yudiepriyadi.wordpress.com/161/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/yudiepriyadi.wordpress.com/161/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/yudiepriyadi.wordpress.com/161/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/yudiepriyadi.wordpress.com/161/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/yudiepriyadi.wordpress.com/161/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/yudiepriyadi.wordpress.com/161/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/yudiepriyadi.wordpress.com/161/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/yudiepriyadi.wordpress.com/161/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/yudiepriyadi.wordpress.com/161/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/yudiepriyadi.wordpress.com/161/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/yudiepriyadi.wordpress.com/161/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=yudiepriyadi.wordpress.com&amp;blog=7773412&amp;post=161&amp;subd=yudiepriyadi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://yudiepriyadi.wordpress.com/2010/11/10/pengantar-ekonomi-lanjutan_2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/8041051a833efd6f52110514ee9c36b8?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F0.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">yudiepriyadi</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Belajar</title>
		<link>http://yudiepriyadi.wordpress.com/2010/10/22/belajar/</link>
		<comments>http://yudiepriyadi.wordpress.com/2010/10/22/belajar/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 22 Oct 2010 12:12:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>yudiepriyadi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Belajar]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://yudiepriyadi.wordpress.com/?p=88</guid>
		<description><![CDATA[Membaca adalah ilmu yang paling utama<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=yudiepriyadi.wordpress.com&amp;blog=7773412&amp;post=88&amp;subd=yudiepriyadi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Membaca adalah ilmu yang paling utama</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/yudiepriyadi.wordpress.com/88/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/yudiepriyadi.wordpress.com/88/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/yudiepriyadi.wordpress.com/88/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/yudiepriyadi.wordpress.com/88/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/yudiepriyadi.wordpress.com/88/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/yudiepriyadi.wordpress.com/88/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/yudiepriyadi.wordpress.com/88/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/yudiepriyadi.wordpress.com/88/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/yudiepriyadi.wordpress.com/88/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/yudiepriyadi.wordpress.com/88/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/yudiepriyadi.wordpress.com/88/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/yudiepriyadi.wordpress.com/88/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/yudiepriyadi.wordpress.com/88/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/yudiepriyadi.wordpress.com/88/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=yudiepriyadi.wordpress.com&amp;blog=7773412&amp;post=88&amp;subd=yudiepriyadi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://yudiepriyadi.wordpress.com/2010/10/22/belajar/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/8041051a833efd6f52110514ee9c36b8?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F0.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">yudiepriyadi</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>PENGANTAR EKONOMI (Lanjutan_1)</title>
		<link>http://yudiepriyadi.wordpress.com/2010/10/08/pengantar-ekonomi-lanjutan_1/</link>
		<comments>http://yudiepriyadi.wordpress.com/2010/10/08/pengantar-ekonomi-lanjutan_1/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 08 Oct 2010 17:21:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>yudiepriyadi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Belajar]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://yudiepriyadi.wordpress.com/?p=149</guid>
		<description><![CDATA[BISNIS DAN ILMU EKONOMI PERUSAHAN 5.1 Perusahaan Dan Ilmu Ekonomi Kita semua terlibat dalam dunia usaha. Kebutuhan-kebutuhan pokok seperti makanan, tempat berteduh dan pakaian, dihasilkan oleh suatu sistem perusahaan. Yang mendasari sistem ini adalah suatu mekanisme dasar yang menentukan bagaimana produksi dan jasa dari berbagai jenis dihaasilkan. Ini disebut ilmu ekonomi. Ilmu ekonomi mempengaruhi kita [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=yudiepriyadi.wordpress.com&amp;blog=7773412&amp;post=149&amp;subd=yudiepriyadi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="color:#008000;"><strong>BISNIS DAN ILMU EKONOMI PERUSAHAN</strong></span></p>
<p><span style="color:#00ff00;"><strong>5.1 Perusahaan Dan Ilmu Ekonomi</strong></span></p>
<p>Kita semua terlibat dalam dunia usaha. Kebutuhan-kebutuhan pokok<strong> </strong>seperti makanan, tempat berteduh dan pakaian, dihasilkan oleh suatu sistem perusahaan. Yang mendasari sistem ini adalah suatu mekanisme dasar yang menentukan bagaimana produksi dan jasa dari berbagai jenis dihaasilkan. Ini disebut ilmu ekonomi. Ilmu ekonomi mempengaruhi kita semua baik kita mengerti ilmu ekonomi itu maupun tidak.</p>
<p><span style="color:#00ff00;"><strong>5.1.1 Pengertian Perusahaan</strong></span></p>
<p>Telah banyak pengertian atau definisi tentang perusahaan dikemukakan oleh para ahli, namun secararingkas dapat dikatakan dibawah :</p>
<p>Perusahaan adalah suatu unit kegiatan produksi yang mengolah sumber-sumber ekonomi untuk menyediakan barang dan jasa bagi masyarakat dengan tujuan untuk memperoleh keuntungan dan agar dapat memuaskan kebutuhan masyarakat.</p>
<p>Dari definisi tentang perusahaan tersebut dapatlah dilihat adanya lima unsur yang penting, yaitu : organisasi, produksi, sumber ekonomi, kebutuhan, cara yang menguntungkan.</p>
<p><span style="color:#00ff00;"><strong>5.1.2 Pengertian Ilmu Ekonomi </strong></span></p>
<p>Suatu ilmu pengetahuan tentang pemenuhan kebutuhan-kebutuhan manusia melalui sumber-sumber daya yang ada. Sistem ekonomi suatu negara harus berkaitan dengan masalah pengalokasian sumber-sumber daya yang langka ini diantara kelompok &#8211; kelompok yang bersaing yang menginginkan sumber-sumber daya tersebut. Dan memutuskan diantara berbagai produk yang mungkin dihasilkan.</p>
<p><strong><span style="color:#00ff00;">Sumber-sumber Ekonomi</span></strong></p>
<p>Sumber-sumber ekonomi tersebut dapat dikelompokkan ke dalam :</p>
<p>- Manusia        (Men)</p>
<p>- Uang             (Money)</p>
<p>- Material         (Material)</p>
<p>- Metode         (Methods)</p>
<p>Didalam perusahaan, sumber-sumber ekonomi tersebut diproses agar menjadi barang/jasa yang akan ditunjukan untuk memuaskan kebutuhan konsumen sekaligus dapat memberikan keuntungan perusahaan. Untuk mencapai tujuan tersebut diterapkan prinsip ekonomi <strong>yaitu </strong>dengan pengorbanan tertentu diharapkan dapat memperoleh hasil atau keuntungan maksimum.</p>
<p>Dalam hal ini seringkali hubungan antara faktor-faktor produksi digambarkan seperti berikut :</p>
<p><a href="http://yudiepriyadi.files.wordpress.com/2010/10/satu.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-150" title="Diagram" src="http://yudiepriyadi.files.wordpress.com/2010/10/satu.jpg?w=510" alt=""   /></a></p>
<p>Gambar 5.1 : <span style="color:#00ff00;"><strong>Hubungan antara faktor-faktor produksi</strong></span></p>
<p>Memang pada tahap awal berdirinya suatu perusahaan selain diperlukan tersediannya faktor-faktor produksi, juga diperlukan adanya jiwa wirausaha yang tangguh dari para pengelolanya. Dapat dikatakan bahwa, wirausahawan adalah seseorang yang memiliki kepribadian yang unggul yang mencerminkan budi yang luhur dan pantas untuk diteladani karena atas kemampuan sendiri dapat melahirkan suatu sumbangsih karya untuk kemamjuan kemanusiaan yang berlandaskan kebenaran dan kebaikan.</p>
<p>Sedangkan kewirausahaan adalah suatu profesi yang timbul karena interaksi antara ilmu pengetahuan yang dapat diperoleh dari pendidikan formal dengan seni yang hanya dapat digali dari rangkaian kerja yang diberikan dalam praktek. Oleh karena itu, seorang wirausahawan melakukan kegiatan mengorganisasikan berbagai faktor produksi sehingga menjadi suatu kegiatan ekonomi yang menghasilakn laba yang merupakan balas jasa atas kesediannya memikul resiko.</p>
<p><span style="color:#00ff00;"><strong>Perusahaan Kecil</strong></span></p>
<p>Kewirausahaan dapat dimulai dari suatu perusahaan kecil (Smal Business) yang kepemilikanya bisa diperoleh dari 3 cara yaitu :</p>
<p>1. Meneruskan usaha orang tua</p>
<p>2. Membeli perusahaan</p>
<p>3. Memulai usaha baru</p>
<p>Pada cara pertama, pada umumnya remaja memulai dengan belajar sambil membantu bekerja pada perusahaan orang tuanya dan kemudian meneruskan usaha tersebut sesudah orang tuanya tidak lagi mampu melanjutkan usahanya karena faktor usia yang sudah lanjut.</p>
<p>Masalah yang banyak muncul adalah jika memulai usaha yang baru samasekali sebab, dalam hal ini harus disiapkan suatu perencanaan yang cukup matang.</p>
<p>Hal ini dikarenakan pada awal usaha kecil tersebut perusahaan belum memperoleh konsumen yang pasti. Demikian pula, pengusaha masih harus banyak belajar dalam memilih bahan baku, sediaan dan tenaga kerja yang terampil.</p>
<p>Dalam kaitan tersebut terdapat beberapa alternatif untuk suksesnya pengembangan usaha kecil, yaitu :</p>
<p>1.      Tenaga Kerja</p>
<p>2.      Adanya pengembangan industri kecil</p>
<p>3.      Adanya hubungan keterkaitan antara perusahaan besar, sedang perusahaan kecil</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><span style="color:#008000;"><strong>PERBEDAAN ANTARA PERUSAHAAN KECIL DAN PERUSAHAAN BESAR :</strong></span></p>
<p><strong><span style="color:#00ff00;">PERUSAHAAN KECIL </span></strong></p>
<p>-          Dipimpin sendiri</p>
<p>-          Struktur organisasinya sederhana</p>
<p>-          Persentase kegagalan relatif tinggi</p>
<p>-          Sulit untuk mendapat pinjaman</p>
<p><span style="color:#00ff00;"><strong>PERUSAHAAN BESAR</strong></span></p>
<p>-          Dipimpin manajer profesional (bukan pemiliknya)</p>
<p>-          Struktur organisasinya komplek</p>
<p>-          Persentase kegagalan usaha relatif rendah</p>
<p>-          Modal lebih mudah diperoleh</p>
<p>Melihat karakteristik perusahaan kecil tersebut maka pada umumnya kegagalan usaha dari perusahaan kecil disebabkan kurangnya pengalaman manajemen yang ditandai oleh :</p>
<p>- Kurang mampunya seorang pimpinan.</p>
<p>- Sulit berkembang.</p>
<p>- Kurang tepat dalam memilih media promosi.</p>
<p>- Piutang macet.</p>
<p>- Kridit yang tidak bijaksana (Unwise Cridit Policies)</p>
<p>Dengan adanya beberapa kelemahan tersebut, Pemerintah terus berupaya untuk membantu mengembangkan industri/perusahaan kecil. Beberapa alasan perlunya pemerintah mengembangkan perusahaan kecil antara lain :</p>
<p>- Dapat menyerap sumber daya manusia</p>
<p>- Dapat mengatasi pengangguran</p>
<p>- produktifnya SDM</p>
<p>- Dapat meningkatkan kecepatan perubahan strktur ekonomi  daerah.</p>
<p><span style="color:#00ff00;"><strong>Langkah-langkah Nyata untuk Pengembangan Perusahaan Kecil</strong></span></p>
<p>-          Pengembangan minat berusaha (Sense of Business)</p>
<p>-          Bantuan Kridit</p>
<p>-          Peningkatan ketrampilan kerja dan perluasan kesempatan kerja</p>
<p>-          Perbaikan ketrampilan personalian perbakan.</p>
<p>-          Membentuk /mengaktifkan kembali sentra-sentra industri kecil.</p>
<p>-          Pembatasan  investasi pada industri</p>
<p>-          Pemerintah melalui departemen terkait dan pemerintah daerah setempat dapat menyediakan Inkubator. Fasilitas dari bisnis inkubator tersebut dapat  berupa konsultasi perencanaan perusahaan, pemasaran produk, informasi tentang adanya bantuan atau pinjaman pemerintah, tat cara perijinan usaha, perpajakan, komputerisasi dll.</p>
<p><span style="color:#00ff00;"><strong>Perusahaan Sebagai Lembaga Sosial</strong></span></p>
<p>Telah dikemukakan bahwa perusahaan merupakan suatu unit kegiatan produksi untuk menyediakan barang dan jasa bagi masyarakat dengan motif memperoleh keuntungan. Unit kegiatan itu sering disebut sebagai lembaga sosial seperti lembaga sosial lainnya misalkan kehidupan keluarga RT, desa, kota, kecamatan, kabupaten atau suatu kelompok manusia yang mempunyai tujuan tertentu seperti Yayasan sosial, Koperasi dll.</p>
<p>Contoh perusahaan yang menyediakan barang disekitar kita misalkan perusahaan tegel, perusahaan semen, perusahaan pakaian jadi, perusahaan batik, perusahaan sepatu dan sebagainyanya. Sedangkan perusahaan yang menyediakan jasa misalkan, bank, asuransi, perhotelan, transportasi, dan lain-lain.</p>
<p>Di atas telah kita sebut bahwa, perusahaan adalah suatu lembaga sosial. Dalam hal ini tentunya terdapat perbedaan antara perusahaan dengan lembaga sosial lainnya. Letak perbedaannya adalah pada seluruh kegiatan yang diarahkan untuk memperoleh laba. Meskipun demikian memperoleh laba bukan merupakan satu-satunya tujuan perusahaan, tetapi masih terdapat berbagai tujuan lain seperti, memberi kesempatan kerja untuk mengurangi pengangguran, kemudian juga meningkatkan pendapatan pemerintah melalui pajak dan juga prestise.</p>
<p>Tujuan-tujuan yang lain itu hanya akan tercapai apabila perusahaan dapat hidup berkembang dan memperoleh keuntungan. Untuk itu perusahaan harus diorganisasikan dan dijalankan dengan baik. Lain halnya dengan lembaga-lembaga Pemerintah dan lembaga sosial lainnya yang kegiatannya lebih ditujukan untuk kepentingan masyarakat umum, misalkan Panti Asuhan, Rumah Sakit dll.</p>
<p><strong><span style="color:#00ff00;">Perusahaan Sebagai Suatu Sistem</span></strong></p>
<p>Sistem adalah suatu kesatuan atau unit yang terdiri dari sub-sub sistem yang saling bekerjasama ataupun saling mempengaruhi secara langsung atau tidak langsung untuk mencapai tujuan tertentu.</p>
<p>Perusahaan sebagai suatu sistem, berarti merupkan kombinasi dari berbagai sumber-sumber ekonomi yang langsung atau tidak langsung mempengaruhi proses produksi dan distribusi barang dan atau jasa untuk mencapai tujuan tertentu antara lain keuntungan dan pemenuhan kebutuhan masyarakat.</p>
<p>Dalam skema di bawah ini dapat dilihat dua aspek dalam sistem perusahaan yaitu yang langsung berhubungan dengan kegiatan perusahaan dan yang tidak langsung berhubungan dengan kegiatan perusahaan.</p>
<p><a href="http://yudiepriyadi.files.wordpress.com/2010/10/dua.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-151" title="Struktur" src="http://yudiepriyadi.files.wordpress.com/2010/10/dua.jpg?w=510&#038;h=357" alt="" width="510" height="357" /></a></p>
<p>Gambar 5.2 :  <span style="color:#00ff00;"><strong>Hubungan langsung dan tidak langsung dalam sistem perusahaan</strong></span></p>
<p>Apabila ditinjau lebih lanjut, maka pada dasarnya sistem perusahaan mempunyai beberapa sifat,  Sifat-sifat tersebut adalah :</p>
<p>1. Sifat Kompleks</p>
<p>2. Sebagai suatu Kesatuan/Unit</p>
<p>3. Sifatnya Berjenis-jenis</p>
<p>4. Sifat Saling Bergantung</p>
<p>5. Sifat Dinamis</p>
<p><strong><span style="color:#00ff00;">Pengertian Sistem dalam Organisasi Sosial</span></strong></p>
<p>Pengertian sistem dalam organisasi sosial secara umum. Di sini yang dimaksud dengan organisasi sosial adalah bersifat umum, baik yang menyangkut masalah soaial, politik, ekonomi, budaya, keagamaan dan sebagainya. Sedangkan yang dimaksud dengan sistem ialah suatu kesatuan yang menyeluruh dan terorganisasikan, terdiri atas dua atau lebih bagian atau komponen atau sub sistem yang dipisahkan oleh batas yang dapat diidentifikasikan dari supra sistem lingkungan (environmental suprasystem) yang lebih luas. Namun dalam tinjauan ini hanya khusus dibahas tentang sistem ke<span style="color:#000000;">masyarakatan</span></p>
<p><span style="color:#000000;"><strong> </strong></span></p>
<p><span style="color:#000000;"><strong>Pertama-tama</strong> baiklah dibedakan antara sistem tertutup (closed system) dan sistem terbuka (opened system). Sistem fisis dan sistem mekanis bersifat tertutup dalam hubungannya dengan lingkungannya; sedangkan sistem biologis dan sistem sosial mempunyai interaksi yang kontinyu dengan lingkuangan. Dalam artian inilah sistem biologis dan sistem sosial adalah sistem terbuka.</span></p>
<p>Dalam masyarakatyang kompleks, perkembangan ilmu pengetahuan yang pesat maka ilmu bertendensi semakin menyempit dan lebih spesialistis. Namun pada tahap tertentu dirasa perlu adanya sintesa dan integrasi, sehingga tinjauan analisis suatu bidang dapat dipersatukan dalam teori yang lebih luas dan multi dimensional. Penerapan cara berpikir sistem (system thinking) dalam ilmu sosial mengembangkan konsep fungsionalisme.  Konsep ini menitik beratkan pada orientasi orientasi sistem hubungan integratif dari bagian-bagian atau sub sistem dalam kesatuan fungsional yang menyeluruh.</p>
<p>Semua aspek kehidupan sosial merupakan jalinan yang kait-mengkait dan masyarakat hanya dapat dipahami sebaik-baiknya sebagai sistem yang saling berhubungan. Konsep menyeluruh dalam konteks memasyarakatkan ini berlawanan dengan konsep elementerisme yang menganggap keseluruhan (total) merupakan penjumlahan dari bagian-bagian yang terpisah. Walaupun pendekatan sistem sudah diterima dalam ilmu sosial misalnya, dalam ilmu manajemen, seringkali model yang dipergunakan masih sering bersifat tertutup dalam artian model-model tersebut hanya membatasi diri pada beberapa variabel &#8211; atau beberapa faktor lain terutama yang tidak dapat dikuantifikasikan. Organisasi sosial merupakan sistem yang dinamis, selalu berubah dan menyesuaikan diri terhadap pengaruh-pengaruh intern maupun ekstern dan dalam proses evolusi terus menerus. Sebagai sistem formal, organisasi kemasyarakatan dipengaruhi oleh struktur intern masyarakat itu sendiri maupun lembaga-lembaga lingkunganya.</p>
<p><strong><span style="color:#00ff00;">Organisasi Sosial Sebagai Sistem Terbuka</span></strong></p>
<p>Konsep organisasi sebagai sistem tertutup berpangkal tolak bahwa sistem itu berdiri sendiri dan deterministik. Karakteristik sistem tertutup  itu ialah, bertendensi bergerak ke arah keseimbangan statis (keadaan kacau, tidak menentu, tanpa pola dan akhirnya akan hancur dan mati).</p>
<p>Konsep sistem terbuka berpangkal tolak bahwa sistem kemasyarakatan ada dalam hubungan yang dinamis dengan lingkungannya, menerima berbagai masukan dari lingkungannya, memprosesnya menjadi keluaran dan mengembalikan kepada lingkungan itu.</p>
<p>Walaupun pembahasan ini bertitik berat pada sistem terbuka namun perlu disadari bahwa konsep tertutup dan terbuka adalah masalah graduil. Secara absolut, setiap sistem adalah terbuka atau tertutup tergantung pada “ point of reference ” nya. Setiap sistem adalah “tertutup” terhadap pengaruh ekstern tertentu. Batas sistem (system’ boundarious) selalu menghalangi fakto-faktor lingkungan tertentu mempunyai dampaknya pada sistem yang bersangkutan.</p>
<p>Sistem sosial terbuka terdiri dari beberapa sub sistem, walaupun sistematika sub sistem dapat berbeda-beda, namun sub sistem utamanya adalah :</p>
<ul>
<li>
<ul>
<li>Sub sistem nilai-nilai kemasyarakatan</li>
<li>Sub sistem teknologi</li>
<li>Sub sistem psikologi sosial</li>
<li>Sub sistem struktur</li>
<li>Sub sistem manajerial</li>
</ul>
</li>
</ul>
<p><strong><span style="color:#00ff00;">Lingkungan Perusahaan</span>.</strong></p>
<p>Pada gambar di muka telah dikemukakan adanya dua lingkungan yang mempengaruhi operasi perusahaan yaitu lingkungan umum dan lingkungan khusus.</p>
<p><strong><span style="color:#00ff00;">Lingkungan Umum Perusahaan                 Lingkungan Khusus Perusahaan</span></strong></p>
<p>1. Politik                                                                           1. Penyedia</p>
<p>2. Hukum                                                                        2. Pelanggan</p>
<p>3. Sosial                                                                           3. Pesaing</p>
<p>4. Perekonomian                                                         4. Teknologi</p>
<p>5. Kebudayaan                                                             5. Sosio Politik</p>
<p>6. Pendidikan</p>
<p>7. Teknologi</p>
<p>8. Demografi</p>
<p><strong><span style="color:#00ff00;">Pertanggungjawaban Sosial Perusahaan</span>.</strong></p>
<p>Setiap perusahaan memiliki aktivitas memproduksi barang dan jasa untuk mendapatkan keuntungan yang layak.Dalam menjalankan aktivitasnya tersebut, perusahaan akan sangat mempengaruhi lingkungannya.</p>
<p>Dalam menjalankan aktivitasnya perusahaaan harus memiliki rasa tanggung jawab terhadap kelestaruan lingkungannya dan masyarakat. Kepada siapa saja perusahaan harus bertanggung jawab?.</p>
<p>Hal tersebut dapat diperiksa pada ilustrasi berikut :</p>
<p>1.  Bertanggungjawab terhadap pelanggan/konsumen.</p>
<p>Pelanggan adalah pembeli produk/jasa yang diproduksi oleh perusahaan.      Perusahaan harus berupaya untuk memuaskan para konsumennya agar pembelian itu dapat terus dilakukan secara berkesinambungan. Perusahaan harus memperhatikan adanya Konsumerisme. Adalah  suatu gerakan untuk memberukan informasi kepada para konsumen dan melindungi mereka dari tindakan-tindakan yang salah. Hal-hal yang sangat diperhatikan konsumerisme misalnya, kualitas produk atau kualitas layanan jasa, iklan yang menyesatkan serta tindakan perusahaa yang tidak adil.</p>
<p>Berkaitan dengan Konsumerisme tersebut, dikenal 4 empat  hak-hak konsumen yang perlu dilindungi, yaitu :</p>
<ul>
<li>
<ul>
<li>Hak untuk Keselamatan</li>
<li>Hak untuk memperoleh informasi</li>
<li>Hak untuk memilih</li>
<li>Hak untuk didengar</li>
</ul>
</li>
</ul>
<p>2. Bertanggung jawab terhadap tenaga kerja.</p>
<p>Perusahaan juga harus bertanggung jawabterhadap keberadaan tenaga kerja dalam perusahaan. Pekerja juga berhak mengetahui keadaan umum perusahaan dan menghendaki adanya manajer yang responsif terhadap keluhan pekerja</p>
<p>3. Bertanggung jawab terhadap Lingkungan.</p>
<p>Dalam menjalankan aktivitasnya, perusahaan harus memperhatikan keadaan di   linkungannya, yaitu bagaimana upaya perusahaan supaya tetap dapat menciptakan lingkungan di sekitar perusahaan yang sehat, bebas dari polusi yang disebabkan oleh limbah perusahaan, seperti misalnya pembuangan limbah jangan sampai menyebabkan polusi pada air sungai/sumur, tanah. Juga asap yang dikeluarkan melalui cerobong supaya tidak menyebabkan polusi udara.</p>
<p>4.<strong> </strong>Bertanggung jawab terhadap investor.</p>
<p>Pada umumnya para investot sangat berkepentingan terhadapan kemajuan  perusahaan, terutama yang terkait dengan pengelolaan dana, jual beli saham. Eksekutif perusahaan harus dapat menyakinkan kepada investor bahwa, pengelolaan  keuangan perusahaan sudah tepat. Tentu saja hal ini akan tercermin pada Neraca dan Laporan  Rugi/Laba yang dibuat setiap tahun buku.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/yudiepriyadi.wordpress.com/149/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/yudiepriyadi.wordpress.com/149/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/yudiepriyadi.wordpress.com/149/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/yudiepriyadi.wordpress.com/149/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/yudiepriyadi.wordpress.com/149/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/yudiepriyadi.wordpress.com/149/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/yudiepriyadi.wordpress.com/149/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/yudiepriyadi.wordpress.com/149/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/yudiepriyadi.wordpress.com/149/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/yudiepriyadi.wordpress.com/149/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/yudiepriyadi.wordpress.com/149/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/yudiepriyadi.wordpress.com/149/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/yudiepriyadi.wordpress.com/149/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/yudiepriyadi.wordpress.com/149/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=yudiepriyadi.wordpress.com&amp;blog=7773412&amp;post=149&amp;subd=yudiepriyadi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://yudiepriyadi.wordpress.com/2010/10/08/pengantar-ekonomi-lanjutan_1/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/8041051a833efd6f52110514ee9c36b8?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F0.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">yudiepriyadi</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://yudiepriyadi.files.wordpress.com/2010/10/satu.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Diagram</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://yudiepriyadi.files.wordpress.com/2010/10/dua.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Struktur</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Soal Rekayasa Perangkat Lunak</title>
		<link>http://yudiepriyadi.wordpress.com/2010/10/06/soal-rekayasa-perangkat-lunak/</link>
		<comments>http://yudiepriyadi.wordpress.com/2010/10/06/soal-rekayasa-perangkat-lunak/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 06 Oct 2010 14:47:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>yudiepriyadi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Belajar]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://yudiepriyadi.wordpress.com/?p=145</guid>
		<description><![CDATA[Apakah Perangkat Lunak? Perangkat Lunak (Software) tidak sama dengan program komputer. Perangkat lunak tidak hanya mencakup program, tetapi juga semua dokumentasi dan konfigurasi data yang berhubungan, yang diperlukan untuk membuat agar program beroperasi dengan benar. Apakah Rekayasa Perangkat Lunak (RPL) ? RPL  Disiplin ilmu yang membahas semua atau Software Engineering (SE)  aspek produksi perangkat lunak, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=yudiepriyadi.wordpress.com&amp;blog=7773412&amp;post=145&amp;subd=yudiepriyadi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h3><span style="color:#ff6600;">Apakah Perangkat Lunak?</span></h3>
<ul>
<li>Perangkat Lunak (Software) tidak sama dengan program komputer. Perangkat lunak tidak hanya mencakup program, tetapi juga semua dokumentasi dan konfigurasi data yang berhubungan, yang diperlukan untuk membuat agar program beroperasi dengan benar.</li>
</ul>
<h3><span style="color:#ff6600;">Apakah Rekayasa Perangkat Lunak (RPL) ?</span></h3>
<ul>
<li>RPL  Disiplin ilmu yang membahas semua atau Software Engineering (SE)  aspek produksi perangkat lunak, mulai dari tahap awal spesifikasi sistem sampai pemeliharaan sistem setelah digunakan<span style="color:#ff6600;"><span style="color:#000000;"> </span>.</span></li>
</ul>
<h3><span style="color:#ff6600;">Apa perbedaan antara RPL dengan ilmu komputer (computer science) ?</span></h3>
<ul>
<li>computer science berhubungan dengan teori dan metode yang mendasari sistem komputer dan perangkat lunak, sedangkan RPL berhubungan dengan praktek dalam memproduksi perangkat lunak.</li>
</ul>
<h3><span style="color:#ff6600;">Apa perbedaan RPL dan rekayasa sistem ?</span></h3>
<ul>
<li>Rekayasa sistem berkaitan dengan semua aspek dalam pembangunan sistem berbasis komputer termasuk hardware, rekayasa PL dan proses. RPL adalah bagian dari rekayasa sistem yang meliputi pembangunan PL, infrasktruktur, kontrol, aplikasi dan database pada sistem.</li>
</ul>
<h3><span style="color:#ff6600;">Apakah model proses perangkat lunak ?</span></h3>
<ul>
<li>Model  Mengambil kegiatan dasar seperti spesifikasi,air terjun (waterfall)  pengembangan, validasi, dan evolusi dan merepresentasikannya sebagai fase-fase proses yang berbeda seperti spesifikasi persyaratan, perancangan perangkat lunak, implementasi, pengujian dan seterusnya.<br />
Pengembangan  Pendekatan ini berhimpitan dengan kegiatan spesifikasi,evolusioner  pengembangan, dan validasi. Sistem awal dikembangkan dengan cepat dari spesifikasi abstrak. Sistem ini kemudian di perbaiki dengan masukan dari pelanggan untuk menghasilkan sistem yang memuaskan kebutuhan pelanggan.<br />
Pendekatan ini menghasilkan suatu Pengembangan Sistem Formal  sistem matematis yang formal dan mentransformasikan spesifikasi ini, dengan menggunakan metode matematik menjadi sebuah program.<br />
Pengembangan  Teknik ini menganggap bahwa berdasarkan pemakaian ulang (Reusable)  bagian-bagian sistem sudah ada. Proses pengembangan sistem terfokus pada pengintegrasian bagian-bagian sistem dan bukan pengembangannya dari awal.</li>
</ul>
<h3><span style="color:#ff6600;">Berapa biaya rekayasa perangkat lunak ?</span></h3>
<ul>
<li>Umumnya sekitar 60% untuk biaya pengembangan (development) dan 40% biaya pengujian (testing).<br />
Distribusi biaya yang tepat selama proses perangkat lunak bergantung pada proses yang digunakan dan jenis perangkat lunak yang dikembangkan.</li>
</ul>
<h3><span style="color:#ff6600;">Apa saja metode-metode RPL ?</span></h3>
<ul>
<li>Pendekatan-pendekatan terstruktur terhadap pengembangan perangkat lunak mencakup model, notasi, aturan, saran pengembangan sistem (rekomendasi), dan panduan proses.</li>
</ul>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/yudiepriyadi.wordpress.com/145/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/yudiepriyadi.wordpress.com/145/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/yudiepriyadi.wordpress.com/145/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/yudiepriyadi.wordpress.com/145/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/yudiepriyadi.wordpress.com/145/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/yudiepriyadi.wordpress.com/145/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/yudiepriyadi.wordpress.com/145/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/yudiepriyadi.wordpress.com/145/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/yudiepriyadi.wordpress.com/145/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/yudiepriyadi.wordpress.com/145/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/yudiepriyadi.wordpress.com/145/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/yudiepriyadi.wordpress.com/145/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/yudiepriyadi.wordpress.com/145/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/yudiepriyadi.wordpress.com/145/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=yudiepriyadi.wordpress.com&amp;blog=7773412&amp;post=145&amp;subd=yudiepriyadi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://yudiepriyadi.wordpress.com/2010/10/06/soal-rekayasa-perangkat-lunak/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/8041051a833efd6f52110514ee9c36b8?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F0.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">yudiepriyadi</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>PENGANTAR EKONOMI (Lanjutan)</title>
		<link>http://yudiepriyadi.wordpress.com/2010/03/13/pengantar-ekonomi-lanjutan/</link>
		<comments>http://yudiepriyadi.wordpress.com/2010/03/13/pengantar-ekonomi-lanjutan/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 13 Mar 2010 02:08:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>yudiepriyadi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Belajar]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://yudiepriyadi.wordpress.com/?p=140</guid>
		<description><![CDATA[TEORI PASAR (MACAM PASAR DALAM ILMU EKONOMI) Dalam teori ekonomi banyak dikenal macam-macam pasar, macam pasar umumnya banyak dipraktekkan biasanya adalah monopoli, monopolistiss, dan oligopoli. Secara garis besar, macam-macam pasar ditinjau dari segi penjual adalah sebagai berikut : 1. Persaingan sempurna. 2. Monopoli 3. Monoplistis 4. Oligopoli Bila ditinjau dari sisi pembeli, macam-macam pasar dapat [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=yudiepriyadi.wordpress.com&amp;blog=7773412&amp;post=140&amp;subd=yudiepriyadi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:center;"><strong><span style="color:#008000;">TEORI PASAR (MACAM PASAR DALAM ILMU EKONOMI)</span></strong></p>
<p>Dalam teori ekonomi banyak dikenal macam-macam pasar, macam pasar umumnya banyak dipraktekkan biasanya adalah monopoli, monopolistiss, dan oligopoli. Secara garis besar, macam-macam pasar ditinjau dari segi penjual adalah sebagai berikut :	1. Persaingan sempurna.<br />
2. Monopoli<br />
3. Monoplistis<br />
4. Oligopoli</p>
<p>Bila ditinjau dari sisi pembeli, macam-macam pasar dapat dibagi menjadi sebagai berikut:<br />
1. Monopsoni<br />
2. Oligopsoni<br />
3. Persaingan sempurna<br />
Dalam buku ini yang akan dibahas hanyalah macam pasar ditinjau dari segi penjual saja, sementara lainnya dapat anda pelajari pada ekonomi mikro lanjutan.</p>
<p><span style="color:#008000;">3</span><span style="color:#008000;"><span style="color:#008000;">.</span>1 PASAR PERSAINGAN SEMPURNA</span><br />
Pasar persaingan sempurna adalah suatu macam pasar yang memiliki ciri-ciri sebagai berikut :<br />
1. Pembelian dan penjual sangat banyak.<br />
2. Jumlah barang yang diperjualbelikan banyak dan seragam (homogen).<br />
3. Bebas keluar dan masuk bagi pengusaha.<br />
4. Pengetahuan p pembeli dan penjual mengenai pasar relatif sempurna.<br />
5. Mobilitas sumber-sumber ekonomi relatif cukup sempurna.</p>
<p>Tiga bagian pertama kadang disebut ciri-ciri pasar persaingan murni (pure competition, sedangkan dua tambahan terakhir adalah melengkapi ciri persaingan sempurna. Ciri yang umum dari pasar persaingan sempurna adalah sebagai penerima harga (price taker). Harga ditentukan oleh keseimbangan umum, dan harga keseimbangan inilah yang akan dipertahankan. Jadi, pada setiap transaksi penjual dan pembeli tidak terdapat harga keseimbangan masing-masing.</p>
<p><span style="color:#008000;">3.2 KEBAIKAN DAN KEBURUKAN PASAR PERSAINGAN SEMPURNA</span><br />
Kebaikan dari adanya persaingan sempurna sebagaimana yang dapat kita lihat pada contoh hasil perhitungan di atas adalah sebagai berikut :<br />
a. Penggunaan sumber daya harus seefisien mungkin agar keuntungan bisa<br />
dimaksimumkan.<br />
b. Kebebasan bertindak dan memilih.<br />
Sedangkan keburukan dari pasar persaingan sempurna sebagai berikut :<br />
a. Tidak mendorong adanya inovasi.<br />
b. Terbatasnya pilihan konsumen karena puduk yang dijual sama (homogen).</p>
<p><span style="color:#008000;">3.3 PASAR MONOPOLI.</span><br />
Meskipun selama ini belum ada pembagian yang tegas mengenai macam-macam monopoli, adanya baiknya dicoba untuk membedakannya mengingat pada kenyataanya terdapat beberapa macam monopoli, sebagai berikut :<br />
a. Monopoli Usaha<br />
b. Monopoli Perusahaan<br />
c. Monopoli Pangsa pasar<br />
Terdapat beberapa faktor mengapa suatu perusahaan dapat memonopoli di antaranya adalah sebagai berikut :<br />
a. Perusahaan memiliki sumber daya eksklusif<br />
b. Adanya skala ekonomis/monopoli alamiah.<br />
c. Kebijakan pemerintah/hak exclusive<br />
d. Amanat UUD.</p>
<p><span style="color:#008000;">3.4	PERBEDAAN HARGA PADA PASAR MONOPOLI</span><br />
Pada kenyataannya, meskipun suatu perusahaan monopoli pada suatu pasar, akan tetapi berdasarkan kepentingan dan latar belakang monopolinya, perusahaan monopoli dapat saja memberlakukan perbedaan harga dari suatu produk yang mempunyai ciri dan fungsi yang sama kepada konsumen. Agar perusahaan ini dapat terus beroperasi, maka ia mendapatkan subsidi dari pemerintah.  Maka ia mendapatkan subsidi dari pemerintah.  Dalam bentuk usaha yang bersifat komersial dan dimiliki oleh swasta murni (atau campuran dengan pemerintah), maka perusahaan monopoli akan melakukan subsidi silang melalui penjualan produknya di pasar. Artinya, perusahaan menghasilkan produk dengan ciri dan fungsi yang sama, tetapi dengan harga yang berbeda.</p>
<p>Perbedaan harga ini bisa dilakukan dengan syarat sebagai berikut :<br />
1.	Barang/jasa tersebut relatif tidak dapat dipindahkan dari satu  pasar ke pasar 	 lainnya.<br />
2.	Barang/jasa itu memang memungkinkan untuk diberlakukannya perbedaan       harga.<br />
3.	Perbedaan derajat elastisitas produk.<br />
4.	Apresiasi masyarakat.</p>
<p><span style="color:#008000;">3.5 PERSAINGAN MONOPOLISTIS</span>.<br />
Persaingan monopolistis mengambil beberapa ciri persaingan usaha antara persaingan sempurna dan monopoli. Cirinya adalah sebagai berikut :<br />
1.	Terdapat banyak penjual di pasar.<br />
2.	Barang yang diproduksi dan diperjualbelikan berbeda corak (kuran , mutu, dan satuan harga).<br />
3.	Perusahaan tidak memiliki kekuatan penuh untuk mempengaruhi harga dan menentukan harga.<br />
4.	Keluar masuk dalam pasar adalah sangat mudah.<br />
5.	Kegiatan promosi adalah merupakan salah satu penentu keberhasilan                 perusahaan.</p>
<p><span style="color:#99cc00;"><span style="color:#00ff00;">3.5.1. Diferensiasi Produk</span></span><br />
Deferensiasi produk adalah usaha untuk membedakan produk yang dihasilkan oleh perusahaan untuk memberikan daya tarik langsung maupun tidak langsung kepada konsumen dibandingkan perusahaan lainyang menghasilkan produk yang sama/sejenis ataupun yang berbeda.</p>
<p><span style="color:#00ff00;">3.5.2 Periklanan</span><br />
Periklanan adalah bagian dari kegiatan promosi yang dilakukan dengan sengaja untuk tujuan sebagai berikut :<br />
1.	Memperkenalkan kepada konsumen mengenai produk yang ditawarkan oleh produsen (merk, bentuk, harga dan tempat mendapatkannya).<br />
2.	Mengingatkan kepada konsumen mengenai produk produsen tersebut.                 (mengenai keberadaannya, pembaruannya ataupun tambahan      kemampuannya/kualitasnya).<br />
3.	Menerangkan dan memaksa (persuasif)</p>
<p>Kegiatan promosi yang lainnya dan juga sangat mendukung keberhasilan perusahaan dalam persaingan ini adalah publisitas. Ini sebenarnya adalah beriklan juga, bedanya yang diiklankan bukan produknya, tetapi perusahaan yang menghasilkan produk tersebut. Tujuannya tidak lain adalah untuk memberikan citra atau image yang baik kepada konsumen atau masyarakat luas.</p>
<p><span style="color:#008000;">3.6 PASAR OLIGOPOLI</span><br />
Pasar oligopoli adalah pasar yang hanya terdiri atas beberapa penjual (untuk pasar yang hanya terdapat dua penjual saja terkadang disebut duopoli). Dalam pasar oligopoli biasanya terdapat dua kondisi usaha, yaitu adanya perbedaan penetapan harga dan jumlah produksi dari masing-masing perusahaan dan kondisi yang lain, adalah adanya kesepakatan mengenai jumlah produk yang dapat dilakukan oleh masing-masing perusahaan dengan harga yang sama.</p>
<p><span style="color:#00ff00;">3.6.1 Oligopoli dengan Kesepakatan</span><br />
Kesepakatan antara perusahaan dalam pasar oligopoli biasanya berupa kesepakatan harga dan produksi (kesepakatan ini kadang disebut sebagai “kolusi” atau “kartel”) dengan tujuan menghindari perang harga yang kan membawa kerugian.</p>
<p><span style="color:#00ff00;">3.6.2 Oligopoli Tanpa Kesepakatan</span><br />
Persaingan antar perusahaan dalam pasar oligopolis biasanya berupa perbedaan harga dan jumlah produk yang dihasilkan. Perbedaan harga dan jumlah produksi (bisa saling berhubungan positif timbal balik) dilakukan dalam rangka ingin mendapatkan jumlah pembeli yang lebih banyak dari sebelumnya (dari pesaingannya).</p>
<p>Terdapat beberapa hal yang mungkin terjadi dalam pasar persaingan ini sehubungan dengan tingkat harga dan jumlah produksi (produk yang dihasilkan relatif sama), yaitu sebagai berikut :<br />
1.	Bila terdapat satu perusahaan yang mencoba memperbanyak jumlah  produksinya agar harga jual produknya relatif lebih murah dibandingkan dengan pesaingnya, maka biasanya langkah ini akan diikuti oleh pesaingnya dengan menurunkan harga jual produknya juga.<br />
2.	Bila satu perusahaan mulai menurunkan harga jual produknya tanpa menambah jumlah produksinya dengan maksud untuk menguasai pangsa pasar maka langkahnya akan akan diikuti oleh perusahaan lain, baik dengan cara menurunkan harganya semata atau menurunkan harga dengan cara menjual lebih banyak  produknya di pasar.<br />
3.	Bila satu perusahaan menaikkan harga jual produknya, baik dengan cara langsung pada penurunan harga ataupun dengan cara mengurangi jumlah produknya, maka perusahaan lain  relatif tidak akan mengikutinya.</p>
<p><span style="color:#00ff00;">3.6.3 Hambatan dalam Persaingan Oligopoli</span><br />
Biasanya perusahaan yang bermain dalam persaingan oligopoli adalah perusahaan-perusahaan yang telah mapan, baik dari segi pengalaman, modal, sumber daya (manusia dan bahan baku) serta teknologi.</p>
<p>Adapun hambatan-hambatan itu antaranya adalah sebagai berikut :<br />
1. Skandal ekonomis.<br />
2. Ongkos produksi yang berbeda.<br />
3. Keistimewaan hasil produksi.</p>
<p><span style="color:#00ff00;">4.2	Sistem Perekonomian</span><br />
Sistem perekonomian yang dipakai oleh setiap negara adalah berbeda-beda; tidak menggunakan secara mutlak, tetapi banyak juga yang menggunakan secara campuran. Ada empat bentuk sistem perekonomian di dunia antara lain :</p>
<p>a. Kapitalis.<br />
Menurut Adam smit, ada sebuah tangan yang yang tidak kentara dalam persaingan (invisible hand of competition). Ini berarti bahwa banyak individu yang memasuki dunia usaha, tetapi karena perusahaan dapat berhasil dalam persaingan dengan yang lain, secara relatif Dapat dikatakan bahwa yang kalah adalah kurang efisien. Keluarnya dari persaingan (karena kalah) ini disebut tangan tidak kentara.</p>
<p>b. Sosialisme<br />
Sosialisme dapat dikatakan sebagai suatu system perekonomian dan juga merupakan bentuk pemerintahan. Seseorang secara relative bebas untuk memilih tempat yang diinginkan, tetapi pemerintah ikut campur tangan dengan berusaha menyesuaikan kebutuhan individu-individu kepada kebutuhan masyarakat.</p>
<p>Dalam pemerintahan sosialis, jika perusahaan dianggap penting untuk mendukung perekonomian bangsa dan kebutuhan dapat dipenuhi dengan lebih efisien, maka pemerintah dapat ikut ambil bagian atau memasuki dunia industri dengan bertindak sebagai pemilik.</p>
<p>c. Fasisme<br />
Fasisme juga merupakan suatu perekonomian dan bentuk pemerintahan (biasanya diktator). Dalam fasisme, juga disebut negeri usaha, pemerintah memiliki semua industri. Dalam hal ini orang bebas memilih tempat yang diinginkan atas persetujuan pemerintah.</p>
<p>d. Komunisme<br />
Komunisme juga merupakan system perekonomian dan suatu bentuk pemerintahan. Dalam komunisme tidak terdapat kekayaan pribadi atau mungkin hanya sedikit dan tidak terdapat motif keuntungan. Pekerjaan ditentukan oleh negara, dan setiap orang bekerja untuk kepentingan masyarakat secara keseluruhan. Pemerintah menentukan siapa yang boleh memproduksi barang atau jasa, dan macam barang atau jasa apa saja yang harus dibuat, juga banyaknya, untuk siapa, dan menggunakan alat apa. Seperti pada fasisme, kebebasan politik diawasi secara ketat.</p>
<p><span style="color:#00ff00;">4.3	Sistem Perekonomian Pancasila.</span><br />
Dalam beberapa tahun terakhir banyak ekonom yang  memberikan Pendapatnya Tentang konsep sistem perekonomian Pancasila yang dipandang cocok masyarakat Indonesia. Sampai saat ini masih belum ada kesepakatan yang mutlak baik dari pemerintah maupun pada ilmuwan tentang sistem perekonomian Pancasila tersebut.</p>
<p>Namun dari pendapat mereka, di antaranya pada ilmuwan dari Fakultas Ekonomi Universitas Gadjah Mada, dapatlah diperoleh gambaran umum tentang karakteristik sistem perekonomian Pancasila sebagai berikut :<br />
1.	Roda perekonomian digerakkan dengan rangsangan ekonomi, sosial dan moral.<br />
2.	Adanya keinginan yang kuat dari seluruh masyarakat untuk memperoleh kemerataan social  yang sesuai dengan azas-azas kemanusiaan.<br />
3.	Kebijakan ekonomi diperioritaskan untuk menciptakan perekonomian nasional yang tangguh.<br />
4.	Unit usaha berbentuk koperasi.<br />
5.	Adanya keselarasan serta perimbangan yang jelas dan tegas antara perencanaan di tingkat nasional dengan desentralisasi dalam pelaksanaan kegiatan ekonomi. Ini ditujukan untuk menjamin terciptanya keadilan ekonomi dan sosial pada masyarakat.</p>
<p>Karakteristik tersebut menunjukkan bahwa sistem perekonomian Pancasila itu merupakan sistem perekonomian yang didasarkan pada Pancasila. Dengan kata lain, kelima sila dalam Pancasila itu dijadikan dasar pertimbangan dan pemikiran dalam perencanaan serta pelaksanaan kegiatan ekonomi.</p>
<p>	Pengertian Industri dan Bisnis<br />
Perusahaan dapat bertindak sebagai perantara antara sumber faktor produksi dan konsumen; meliputi sarana, organisasi dan lembaga-lembaga yang secara langsung ataupun tidak angsung berhubungan dan produksi dan ditribusi barang serta jasa untuk memuaskan kebutuhan konsumen.</p>
<p>Dalam arti luas, dunia usaha ini terdiri atas tiga bagian :<br />
	Tempat kerja.<br />
	Perusahaan, yang memiliki satu tempat kerja atau lebih.<br />
	Industri.</p>
<p>Sulit untuk mengatakan secara pasti tentang pengertian industri dan perusahaan sebab Kriterianya berbeda. Istilah Industri biasanya menimbulkan gambaran dalam pikiran akan adanya pabrik-pabrik, perusahaan-perusahaan yang mengolah bahan mentah manjadi barang jadi dengan menggunakan alat-alat seperti mesin-mesin dan lain-lain, yang  dilayani karyawan dengan kecapan tertentu. Jadi dapat dkatakan bahwa sebuah industri merupakan suatu kelompok perusahaan yang memproduksi barang yang sama, untuk pasar yang sama pula. Sedang perusahaan itu sendiri tidak selalu menggunakan material atau proses produksi yang sama dengan lainnya. Ada yang mengatakan bahwa industri adalah suatu konsep barat, sebagai usaha untuk mengejar : keuntungan, prestasi, dan pendapatan yang besar. Usaha-usaha ini pada akhirnya akan membawa pertumbuhan ekonomi dan kenaikan produk nasional bruto (gross national product/GNP) negara.</p>
<p>Produk nasional bruto merupakan alat statistik yang dipakai untuk mengukur pertumbuhan ekonomi, didefinisikan sebagi nilai total dari seluruh barang dan jasa akhir yang diroduksi dalam satu tahun di sebuah negara tertentu. Di negara Barat, semua itu dapat dicapai berkat adanya usaha-usaha yang menekankan pada prinsip-prinsip seperti :<br />
1. Efisiensi<br />
2. Prestasi<br />
3. Pendekat yang rasional<br />
4. Manajemen<br />
5. Hubungan-hubungan yang formal, dan sebagainya.</p>
<p>Dengan demikian keadaan industri menjadi sangat kompleks. Kegiatan bisnis sangat membantu usaha-usaha penemuan kebutuhan masyarakat oleh perusahaan. Bisnis ini meliputi semua aspek kegiatan untuk menyalurkan barang-barang melalui saluran produktif, dari membeli bahan mentah sampai menjual barang jadi<br />
Pada pokoknya, kegiatan bisnis ini meliputi :<br />
	Perdagangan<br />
	Pengangkutan<br />
	Penyimpanan<br />
	Pembelanjaan<br />
	Pemberian Informasi.</p>
<p><span style="color:#008000;">PENGERTIAN PERUSAHAAN</span><br />
Sudah banyak definisi tentang perusahaan yang dikemukakan oleh para ahli; yang prinsipnya tidak berbeda. Dari definisi-definisi yang ada dapat dikemukakan sebagai berikut :<br />
“Perusahaan dapat didefinisikan sebagai suatu organisasi produksi yang menggunakan 	dan mengkoordinir sumber-sumber ekonomi untuk memuaskan kebutuhan dengan cara yang menguntungkan.”</p>
<p>Dari definisi tentang perusahaan tersebut dapatlah dilihat adanya lima unsur yang penting, yaitu : organisasi, produksi, sumber ekonomi, kebutuhan, cara yang menguntungkan.</p>
<p>	Organisasi<br />
Organisasi berasal dari kata organ (sebuah kata dalam bahasa Yunani) yang berarti alat. Adanya satu alat produksi saja belum menimbulkan organisasi. Setelah ditur dan dan dikombinasikan dengan sumber-sumber ekonomi yang lainnya seperti manusia, bahan-bahan dan sebagainya, timbullah keharusan untuk mengadakan kerjasama secara efisien, efektif dan dapat hidup sebagaimana mestinya.</p>
<p>Organisasi sebagai suatu bentuk dan hubungan yang mempunyai sifat dinamis, dalam arti dapat menyesuaikan diri kepada perubahan, pada hakekatnya merupakan suatu bentuk yang dengan sadar diciptakan manusia untuk mencapai tujuan yang sudah diperhitungkan.</p>
<p>	Produksi.<br />
Dalam organisasi tersebut diatas memungkinkan dilakukannya aktivitas produksi, yaitu semua Usaha yang ditujukan untuk menciptakan atau menaikkan faedah (utility).</p>
<p>Secara luas usaha usaha produksi ini dapat digolongkan ke dalam (lihat gambar dibawah ini)</p>
<p>Penggolongan usaha-usaha produksi.</p>
<p>Menggunakan dan Mengkoordinir  Sumber-sumber Ekonomi/Faktor-faktor Produksi<br />
Dalam unsur yang ketiga ini terkandung pengertian adanya kegiatan atau aktivitas untuk menjalankan fungsi-funsi (menggunakan dan mengkoordinir) dan sumber-sumber ekonomi. Fungsi-fungsi yang dilakukan oleh perusahaan antara lain :</p>
<p>Pada pokoknya sumber-sumber ekonomi (juga disebut faktor-faktor produksi) yang digunakan oleh perusahaan dapat dikelompokkan ke dalam :</p>
<p>a. Manusia<br />
b. Uang<br />
c. Material<br />
d. Metode</p>
<p>Keempat macam sumber ekonomi ini dikenal dengan singkatan 4 M (men. Money, material dan method). Produksi tidak akan  terlaksana dengan baik tanpa adanya sumber-sumber tersebut. Sumber-sumber ekonomi, disebut juga input atau faktor-faktor produksi. Masing-masing faktor tersebut mempunyai karakteristik yang berbeda-beda. Kadang-kadang keempat faktor produksi tersebut hanya digolongkan ke dalam dua kelompok, yaitu :<br />
	Modal.<br />
	Manajemen.</p>
<p>Semua kegiatan yang ada dalam perusahaan ditujukan untuk membuat barang dan jasa yang Perlukan oleh masyarakat, dan mendistribusikannya dengan cepat serta efisien agar memperoleh laba. Laba akan didapatkan apabila perusahaan membuat barang dan jasa yang sesuai dengan selera masyarakat untuk memuaskan kebutuhannya.</p>
<p>	Kebutuhan.<br />
Pengertian kebutuhan meliputi kebutuhan akan barang dan jasa. Sebuah perusahaan tidak akan dapat memenuhi semua kebutuhan manusia, melainkan hanya sebagian saja. Sedang sebagian yang lain dipenuhi oleh perusahaan yang lain pula.<br />
Misalnya :</p>
<p>Cara Yang Menguntungkan.<br />
Agar tujuan perusahaan dapat tercapai, maka semua aktifitas yang dilakukan haruslah menggunakan cara-cara yang menguntungkan, artinya cara-cara yang ditempuh tersebut harus memperhatikan prinsip-prinsip efisien. Pemborosan dan cara-cara yang kurang menguntungkan sebaiknya dihindari. Cara yang menguntunkan bagi sebuah perusahaan belum tentu sama baiknya bagi perusahaan yang lain, sebab cara yang ditempuhnya berbeda-beda. Perbedaan ini terletak pada :<br />
a. Bidang Operasi<br />
b. Alat Produksi<br />
c. Tujuan Perusahaan<br />
Tujuan perusahaan ini sangat tergantung pada keinginan para pemilik atau sebagian besar dari penanam modal/pemberi kekayaan. Tujuan yang ingin dicapai oleh suatu perusahaan adalah bermacam-macam (lihat gambar )</p>
<p>•	Keuntungan Maksimal.<br />
Sebuah badan usaha yang didirikan merupakan lembaga untuk mengadakan konsentrasi modal, Maka pemilik perusahaan tersebut (penanam modal) mengharapkan diperolehnya pendapatan Maksimal dari modal yang ditanamkan. Dengan diperolehnya laba bagi perusahaan sangat membantu tercapainya tujuan-tujuan yang lain, seperti :<br />
	Kelangsungan hidup (survival)<br />
	Pertumbuhan perusahaan (growth), dan<br />
	Prestise</p>
<p>Bagi perusahaan pengertian laba ini merupakan kelebihan harga jual barang dan jasa di atas ongko-ongkos yang dipakai untuk menghasilkannya. Kemungkinan yang lain adalah sebaliknya, 	perusahaan akan menderita kerugian apabila ongkos-ongkos melebihi harga jualnya. Agar kerugian tersebut tidak terjadi, maka pengusaha harus dinamis, kreatif dan mau bekerja keras. Menurut Ilmu Ekonomi, pengertian laba berbeda sedikit dengan pengertian laba yang telah dikemukakan. Dalam hal ini, laba merupakan jumlah pendapatan dikurangi jumlah ongkos yang terdiri atas upah pekerja, sewa tanah, dan bunga modal.<br />
•	Kesejahteraan Anggota.<br />
•	Kesejahteraan Masyarakat.<br />
<span style="color:#008000;">FAKTOR-FAKTOR YANG MENENTUKAN IKLIM BISNIS</span></p>
<p>Investasi<br />
Investasi adalah penggunaan sumber-sumber untuk menciptakan modal baru. Sejumlah uang seperti itu dapat dibelanjakan untuk peralatan, bangunan, dan persediaan. Uang yang dikeluarkan untuk investasi baru tersebut akan memberikan pengaruh besar terhadap Perekonomian. Dalam kenyataan, pengaruh tersebut lebih besar  dibandikan dengan jumlah rupiah yang dikeluafkan langsung pada investasi. Ini berarti bahwa pengaruh investasi itu berlipat ganda.</p>
<p>Adapun multiplier (pengganda) yang menyebabkan terjadinya pelipat-gandaan itu dapat terjadi seperi berikut :<br />
	Jika sebuah pabrik didirikan dalam suatu masyarakat, para penyedia (supplier) dan para pekerja bangunan setempat dapat meningkatkan penghasilannya.</p>
<p>	Tabungan.<br />
Jumlah yang diputuskan oleh para pekerja untuk ditabung akan menentukan kuat-lemahnya multilier tersebut. Semakin banyak tabungan berarti semakin sedikit pengeluaran dan semakin lemah multilier tersebut. Tetapi tabungan itu juga menjadi sumber untuk investasi modal di masa mendatang. Apa yang pentig di sini adalah adanya keteraturan dan kepercayaan terhadap tabungan sehingga iklim bisnis dapat diramalkan.</p>
<p>	Pemerintah.<br />
Pemerintah dapat berperan sebagai pengelola sistem bisnis. Pemerintah dapat meminjam uang membelanjai kegiatanya. Dapat terjadi bahwa apa yang dipinjam lebih besar dari apa yang diterimanya. Jika ini terjadi berarti pemerintah mengakui defisit. Pembelanjaan yang defisit ini dapat menjadi masalah dan dapat juga tidak menjadi masalah, bergantung pada situasinya apakah dapat mendukung terjadinya inflasi.</p>
<p>Pemerintah melalui kebijaksanaan fiskal atau moneter, dapat mempengaruhi kegiatan Bisnis.<br />
	Kebijaksanaan fiskal digunakan untuk mempengaruhi permintaan dengan meningkatkan pajak (mengurangi permintaan) atau meningkatkan pengeluaran pemerintah .<br />
	Kebijaksanaan moneter berkaitan dengan pengelolaan supley uang untuk peningkatan atau menurunkan permintaan.</p>
<p>Problema Bisnis Yang Dihadapi Saat ini.<br />
Tiga persoalan yang selalu mendapat perhatian dari pemerintah maupun masyarakat karena dapat mempenaruhi setiap konsumen dalam sistem bisnis antara lain :<br />
	Inflasi<br />
	Produktifitas<br />
	Pengangguran</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/yudiepriyadi.wordpress.com/140/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/yudiepriyadi.wordpress.com/140/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/yudiepriyadi.wordpress.com/140/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/yudiepriyadi.wordpress.com/140/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/yudiepriyadi.wordpress.com/140/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/yudiepriyadi.wordpress.com/140/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/yudiepriyadi.wordpress.com/140/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/yudiepriyadi.wordpress.com/140/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/yudiepriyadi.wordpress.com/140/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/yudiepriyadi.wordpress.com/140/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/yudiepriyadi.wordpress.com/140/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/yudiepriyadi.wordpress.com/140/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/yudiepriyadi.wordpress.com/140/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/yudiepriyadi.wordpress.com/140/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=yudiepriyadi.wordpress.com&amp;blog=7773412&amp;post=140&amp;subd=yudiepriyadi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://yudiepriyadi.wordpress.com/2010/03/13/pengantar-ekonomi-lanjutan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/8041051a833efd6f52110514ee9c36b8?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F0.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">yudiepriyadi</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>PENGANTAR EKONOMI</title>
		<link>http://yudiepriyadi.wordpress.com/2010/02/25/pengantar-ekonomi/</link>
		<comments>http://yudiepriyadi.wordpress.com/2010/02/25/pengantar-ekonomi/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 25 Feb 2010 15:12:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>yudiepriyadi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Belajar]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://yudiepriyadi.wordpress.com/?p=138</guid>
		<description><![CDATA[PERMINTAAN DAN PENAWARAN Dalam praktik ekonomi sehari-hari, perilaku permintaan dan penawaran relatif mendominasi dalam perekonomian, kekuatan permintaan dan daya dorong penawaran berdampak pada tingkat kemakmuran suatu rumah tangga atau negara. 2.1 PERMINTAAN 2.1.1 Pengertian Permintaan, Hukum, dan Teori Permintaan. Permintaan adalah banyaknya jumlah barang yang diminta pada suatu pasar tertentu dengan tingkat harga tertentu pada [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=yudiepriyadi.wordpress.com&amp;blog=7773412&amp;post=138&amp;subd=yudiepriyadi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="color:#008000;"><strong>PERMINTAAN DAN PENAWARAN</strong></span></p>
<p>Dalam praktik ekonomi sehari-hari, perilaku permintaan dan penawaran relatif mendominasi dalam perekonomian, kekuatan permintaan dan daya dorong penawaran berdampak pada tingkat kemakmuran suatu rumah tangga atau negara.</p>
<p><strong>2.1 <span style="color:#008000;">PERMINTAAN</span></strong></p>
<p><strong>2.1.1 Pengertian Permintaan, Hukum, dan Teori Permintaan.</strong></p>
<p>Permintaan adalah banyaknya jumlah barang yang diminta pada suatu pasar tertentu dengan tingkat harga tertentu pada tingkat pendapatan tertentu dan dalam periode tertentu. <strong> </strong></p>
<p>Terdapat beberapa faktor yang dapat mempengaruhi permintaan dari seseorang individu atau masyarakat terhadap suatu barang, diantaranya adalah sebagai berikut :</p>
<p>1. Harga barang yang dimaksud.</p>
<p>2. Tingkat pendapatan.</p>
<p>3. Jumlah penduduk.</p>
<p>4. Selera dan ramalan/estimasi di masa yang akan datang.</p>
<p>5. Harga barang lain/substitusi.</p>
<p><strong> </strong></p>
<p>Hukum permintaan adalah” bila harga suatu barang naik, maka permintaan barang tersebut akan turun, sebaliknya bila harga barang tersebut turun maka permintaan akan naik”. Bagaimanakah hubungan antara permintaan terhadap harga barang? Perhatikan secara teori apabila jumlah barang yang diminta sangat banyak, maka harga barang tersebut relatif meningkat. Sebaliknya, bila jumlah permintaan barang tersebut relatif sedikit, maka harganya akan turun. Benarkah? Secara teori dapat dijelaskan sebagai berikut.</p>
<p>Sebaliknya, manakala pada suatu pasar permintaan suatu produk relatif sedikit maka yang terjadi adalah harga akan turun. Keadaan ini dapat dijelaskan sebagai berikut :</p>
<ol>
<li>Barang yang tersedia pada produsen/penjual relatif sangat banyak sehingga    manakala jumlah  permintaan sedikit produsen akan berusaha menjual produknya sebanyak mungkin dengan cara  menurunkan harga jual produknya.</li>
<li>Produsen/penjual hanya akan meningkatkan keuntungannya dari volume       penjualan  (banyaknya produk yang dijual).</li>
</ol>
<p>Teori yang menerangkan hubungan antara permintaan terhadap harga adalah merupakan pernyataan positif yang disebut sebagai teori permintaan (penggunaan kata teori permintaan hanya untuk membedakannya dengan hukum permintaan).</p>
<p>Dengan demikian, teori permintaan adalah “perbandingan lurus antara permintaan terhadap harganya, yaitu apabila permintaan naik, maka harga relatif akan naik, sebaliknya bila permintaan turun, maka harga relatif akan turun”.</p>
<p>Manakala pada suatu pasar terdapat permintaan suatu produk yang relatif sangat banyak, sehingga :</p>
<ol>
<li>Barang      yang tersedia pad aprodusen tidak dapat memenuhi semua permintaan tersebut      sehingga untuk membatasi jumlah pembelian produsen akan menaikkan harga      jual produk tersebut,</li>
<li>Penjual akan berusaha menggunakan kesempatan tersebut      untuk meningkatkan dan memperbesar keuntungannya dengan cara menaikkan      harga jual produknya.</li>
</ol>
<p><strong>2.1.2 Skedul dan Kurva Permintaan.</strong></p>
<p>Apabila kita mengamati mengenai perilaku individu di pasar sehubungan dengan pembelian barang yang dipengaruhi harga atau sebaliknya pembelian barang yang  mempengaruhi harga setiap periode tertentu. Maka dapatlah kita ketahui seberapa besar perubahan permintaan terhadap perubahan harga atau sebaliknya.</p>
<p><strong>2.1.3 Perubahan dan Pengeseran pada Kurva Permintaan </strong></p>
<p>Berdasarkan Hukum Permintaan ; <strong> </strong>Hukum permintaan sebagaimana yang telah dijelaskan di atas hanya berlaku bila kondisi ceteris paribus, namun bagaimanakah seandainya asumsi di atas tidak berlaku? Misalkan bahwa pada periode tertentu meskipun terjadi perubahan harga, namun terjadi juga perubahan pendapatan individu/masyarakat, apakah yang terjadi pada jumlah barang yang diminta dan permintaan?</p>
<p><strong>2.2  <span style="color:#008000;">PENAWARAN</span></strong></p>
<p><strong>2.2.1 Pengertian Penawarab, Hukum dan Teori Penawaran</strong></p>
<p>Penawaran adalah banyaknya barang yang ditawarkan oleh penjual pada suatu pasar tertentu, pada periode tertentu dan pada tingkat harga tertentu. Sebagaimana juga halnya dengan permintaan, maka pada teori penawaran juga dikenal apa yang dinamakan jumlah barang yang ditawarkan dan penawaran. Penawaran adalah gabungan seluruh jumlah barang yang ditawarkan oleh penjual pada pasar tertentu, periode tertentu, dan pada berbagai macam tingkat harga tertentu.</p>
<p>Terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi produsen dalam menawarkan produknya pada suatu pasar di antaranya sebagai berikutnya.</p>
<p>1. Harga barang itu sendiri.</p>
<p>2. Harga barang-barang lain.</p>
<p>3. Ongkos dan biaya dari perusahaan.</p>
<p>4. Tujuan produksi dari perusahaan.</p>
<p>5. Teknologi yang digunakan</p>
<p>Apabila beberapa faktor yang mempengaruhi tingkat penawaran di atas dianggap tetap selain harga barang itu sendiri (harga barang subtitusi tetap, ongkos dan biaya produksi relatip tidak berubah, tujuan perusahaan tetap pada orientasinya, teknologi yang digunakan tidak berkembang, dan lainnya dianggap tidak berubah), maka penawaran hanya ditentukan oleh harga. Artinya, besar kecilnya perubahan penawaran ditentukan oleh besarnya kecilnya perubahan harga. Hal ini berlaku perbandingan lurus antara harga terhadap penawaran. Sebagaimana konsep asli dari penemunya (<strong>Alfred Marshall</strong>), maka perbandingan lurus antara harga terhadap penawaran disebut hukum penawaran.</p>
<p>Dengan demikian, hukum penawaran adalah “perbandingan lurus antara harga terhadap jumlah barang yang ditawarkan, yaitu apabila harga naik, maka penawaran akan meningkat, sebaliknya apabila harga turun penawaran akan turun.”</p>
<p>Bagaimanakah hubungan penawaran terhadap harga? Perhatikanlah bahwa secara teori apabila jumlah barang yang ditawarkan sangat banyak, maka harga barang tersebut cenderung akan turun. Sebaliknya, bila jumlah penawaran barang tersebut relatif sedikit, maka harganya akan cenderung naik. Benarkah? Secara teori dapat dijelaskan sebagai berikut :</p>
<p>Manakala pada suatu pasar terdapat penawaran suatu produk yang relatif sangat banyak, maka :</p>
<ol>
<li>Barang yang tersedia dipasar dapat memenuhi semua permintaan,      sehingga untuk mempercepat penjualan produsen akan  menurunkan harga jual produk tersebut.</li>
<li>Penjual akan berusaha untuk meningkatkan dan memperbesar             keuntungannya dengan cara secepat mungkin memperbanyak jumlah             penjualan produknya.</li>
</ol>
<p>Sebaliknya, manakala pada suatu pasar penawaran suatu produk relatif sedikit, maka terjadi adalah harga akan naik. Keadaan ini dapat dijelaskan sebagai berikut.</p>
<ol>
<li>Barang yang tersedia pada produsen/penjual relatif  sedikit sehingga manakala jumlah permintaan stabil,  maka produsen akan berusaha menjual produknya dengan menaikkan harga jualnya.</li>
<li>Produsen/penjual hanya akan meningkatkan keuntungannya dari menaikan harga.</li>
</ol>
<p>Teori yang menerangkan hubungan antara permintaan terhadap harga adalah</p>
<p>merupakan pernyataan positif yang disebut teori penawaran(penggunaan kata teori</p>
<p>penawaran hanya untuk membedakannya dengan hokum penawaran).</p>
<p><strong>2.3 KESEIMBANGAN PERMINTAAN DAN  PENAWARAN</strong></p>
<p>Dalam hukum permintaan, konsumen bertindak rasional, yaitu hanya akan meningkatkan pembeliannya bila harga turun dan menurunkan pembeliannya bila harga naik, sedangkan pada hukum penawaran produsen atau penjual yang bertindak rasional, yaitu hanya akan memperbanyak penjualannya bila harga naik dan menurunkan penjualannya bila harga turun.</p>
<p>Berdasarkan kenyataan dari kedua hukum itu, bagaimana bisa terjadi pertukaran atau jual beli di pasar? Agar terjadi pertukaran, maka penjual akan mempertahankan pada harga yang menguntungkannya dan pembeli juga mengingingkan tingkat harga yang tidak merugikannya. Tari menarik antara dua keinginan itu pada akhirnya akan mencapai pada suatu kesepakatan di mana penjual bersedia melepaskan sejumlah barang dengan harga tertentu yang bersedia dibayar oleh konsumen</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/yudiepriyadi.wordpress.com/138/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/yudiepriyadi.wordpress.com/138/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/yudiepriyadi.wordpress.com/138/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/yudiepriyadi.wordpress.com/138/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/yudiepriyadi.wordpress.com/138/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/yudiepriyadi.wordpress.com/138/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/yudiepriyadi.wordpress.com/138/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/yudiepriyadi.wordpress.com/138/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/yudiepriyadi.wordpress.com/138/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/yudiepriyadi.wordpress.com/138/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/yudiepriyadi.wordpress.com/138/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/yudiepriyadi.wordpress.com/138/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/yudiepriyadi.wordpress.com/138/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/yudiepriyadi.wordpress.com/138/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=yudiepriyadi.wordpress.com&amp;blog=7773412&amp;post=138&amp;subd=yudiepriyadi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://yudiepriyadi.wordpress.com/2010/02/25/pengantar-ekonomi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/8041051a833efd6f52110514ee9c36b8?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F0.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">yudiepriyadi</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Pansus Century Serahkan Lima Bab Kesimpulan ke Tim Ahli</title>
		<link>http://yudiepriyadi.wordpress.com/2010/02/20/pansus-century-serahkan-lima-bab-kesimpulan-ke-tim-ahli/</link>
		<comments>http://yudiepriyadi.wordpress.com/2010/02/20/pansus-century-serahkan-lima-bab-kesimpulan-ke-tim-ahli/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 20 Feb 2010 13:07:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>yudiepriyadi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Politik]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://yudiepriyadi.wordpress.com/?p=135</guid>
		<description><![CDATA[Terjadi perdebatan panjang dalam rapat tim kecil membahas kesimpulan akhir Pansus Century. Pro kontra mengiringi penyerahan 5 bab kesimpulan akhir ke tim ahli. &#8220;Supaya tim ahli menyelesaikan rancangan draft Bab I, Bab II, Bab III, Bab IV, dan Bab V,&#8221; kata Pimpinan Rapat, Wakil Ketua Pansus Century Mahfud Siddik dalam rapat tim kecil Pansus Century [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=yudiepriyadi.wordpress.com&amp;blog=7773412&amp;post=135&amp;subd=yudiepriyadi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://yudiepriyadi.files.wordpress.com/2010/02/images2.jpeg"><img class="alignleft size-full wp-image-136" title="MPR" src="http://yudiepriyadi.files.wordpress.com/2010/02/images2.jpeg?w=510" alt=""   /></a>Terjadi perdebatan panjang dalam rapat tim kecil membahas kesimpulan akhir Pansus Century. Pro kontra mengiringi penyerahan 5 bab kesimpulan akhir ke tim ahli.</p>
<p>&#8220;Supaya tim ahli menyelesaikan rancangan draft Bab I, Bab II, Bab III, Bab IV, dan Bab V,&#8221; kata Pimpinan Rapat, Wakil Ketua Pansus Century Mahfud Siddik dalam rapat tim kecil Pansus Century di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Sabtu (21/2/2010).</p>
<p>Mahfud memang berpesan agar tim ahli memasukkan pernyataan dan masukan dari anggota Pansus. &#8220;Tim ahli supaya memasukkan pemikiran-pemikiran dan outline yang telah kita buat secara komprehensif dengan mereview lagi,&#8221; jelas Mahfud.</p>
<p>Mahfud juga mengingatkan agar tim ahli agar cermat mensinkronkan data.  &#8220;Fakta-fakta harus seobyektif mungkin,&#8221;  lanjut Mahfud.</p>
<p>Kesimpulan sementara rapat Pansus ini menuai kritik tajam dari FPG. Anggota Pansus dari FPG Agun Gunanjar menyampaikan keberatan adanya intervensi tim ahli.</p>
<p>&#8220;Rekomendasi itu tidak punya siapa-siapa itu kewenangan masing-masing fraksi,&#8221; protes Agun. Agun berharap Pansus lebih banyak berperan dalam penyusunan kesimpulan akhirnya sendiri.</p>
<p>&#8220;Itulah akhirnya pada sidang Senin depan sudah menjadi keimpulan mana yang sudah sama, mana yang belum sama. Kalau dianggap cukup dibawa ke paripurna,&#8221; lanjutnya.</p>
<p>Namun pandangan Agun dibantah oleh anggota Pansus Century dari FPD Benny K Harman. Benny menjelaskan bahwa Pansus memang butuh bantuan tim ahli.</p>
<p>&#8220;Marilah kita percaya tim ahli yang mengikuti day to day. Kami berpandangan sampai Bab V silahkan tim ahli membuat draftnya,&#8221; jelas Benny.</p>
<p>Hasil kerja tim ahli ditambah sedikit kerja Pansus akan dirangkum dalam kesimpulan Pansus. Masing-masing fraksi akan merangkai kesimpulan dan menyampaikan Senin (22/2/2010) depan.</p>
<p>&#8220;Pleno Pansus kita lakukan Senin depan, malam mendengar pandangan fraksi hasil akhir yang disiapkan tim kecil,&#8221; tutupnya.</p>
<p>Konstuksi Kesimpulan Akhir Pansus disusun sebanyak 7 bab dengan 1 kesimpulan.</p>
<p>Bab I Pendahuluan, yang berisi paparan tentang latar belakang terbentuknya panitia angket, landasan hukum bekerjanya Pansus Hak Angket, objek dan tujuan penyelidikan serta keanggotaan Panitia Angket.</p>
<p>Bab II Kerangka Kerja Panitia Angket dan Metode Penyelidikan.</p>
<p>Bab III Paparan data-data dasar dari audit BPK, PPATK dan dokumen lainnya.</p>
<p>Bab IV Paparan data dan hasil penyelidikan Pansus dari proses akuisi, merger, FPJP, dan aliran dana.</p>
<p>Bab V Hasil analisis Pansus.</p>
<p>Bab VI Pandangan masing-masing fraksi terkait penyelidikan .</p>
<p>Bab VII Kesimpulan.</p>
<p>Bab VIII Rekomendasi dan Lampiran.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/yudiepriyadi.wordpress.com/135/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/yudiepriyadi.wordpress.com/135/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/yudiepriyadi.wordpress.com/135/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/yudiepriyadi.wordpress.com/135/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/yudiepriyadi.wordpress.com/135/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/yudiepriyadi.wordpress.com/135/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/yudiepriyadi.wordpress.com/135/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/yudiepriyadi.wordpress.com/135/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/yudiepriyadi.wordpress.com/135/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/yudiepriyadi.wordpress.com/135/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/yudiepriyadi.wordpress.com/135/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/yudiepriyadi.wordpress.com/135/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/yudiepriyadi.wordpress.com/135/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/yudiepriyadi.wordpress.com/135/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=yudiepriyadi.wordpress.com&amp;blog=7773412&amp;post=135&amp;subd=yudiepriyadi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://yudiepriyadi.wordpress.com/2010/02/20/pansus-century-serahkan-lima-bab-kesimpulan-ke-tim-ahli/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/8041051a833efd6f52110514ee9c36b8?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F0.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">yudiepriyadi</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://yudiepriyadi.files.wordpress.com/2010/02/images2.jpeg" medium="image">
			<media:title type="html">MPR</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Uji Material UU Penodaan Agama</title>
		<link>http://yudiepriyadi.wordpress.com/2010/02/20/uji-material-uu-penodaan-agama/</link>
		<comments>http://yudiepriyadi.wordpress.com/2010/02/20/uji-material-uu-penodaan-agama/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 20 Feb 2010 12:59:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>yudiepriyadi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Belajar]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://yudiepriyadi.wordpress.com/?p=133</guid>
		<description><![CDATA[MMI: Apakah HAM Lebih Tinggi dari Agama? Majelis Mujahiddin Indonesia (MMI) menolak pencabutan UU Penodaan Agama yang diupayakan Aliansi Kebangkitan untuk Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan (AKKBB). Mereka mempertanyakan, apakah HAM lebih tinggi dari agama? Sikap MMI itu dibacakan  Latnah Tanfiziah MMI, Irfan S. Awwas dalam Acara Deklarasi LPW Majelis Mujahidin Se-Jabotabek di GOR Patriot Jl. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=yudiepriyadi.wordpress.com&amp;blog=7773412&amp;post=133&amp;subd=yudiepriyadi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="color:#99cc00;"><strong>MMI: Apakah HAM Lebih Tinggi dari Agama?</strong></span></p>
<p>Majelis Mujahiddin Indonesia (MMI) menolak pencabutan UU Penodaan Agama yang diupayakan Aliansi Kebangkitan untuk Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan (AKKBB). Mereka mempertanyakan, apakah HAM lebih tinggi dari agama?</p>
<p>Sikap MMI itu dibacakan  Latnah Tanfiziah MMI, Irfan S. Awwas dalam Acara Deklarasi LPW Majelis Mujahidin Se-Jabotabek di GOR Patriot Jl. Ahmad Yani, Kota Bekasi, Jawa Barat,<br />
&#8220;Apa dasar hukumnya Mahkamah Konstitusi (MK) menyidang kasus gugatan uji material UU Penodaan Agama yang diajukan AKKBB? Apakah MA memposisikan agama sebagai sesuatu yang bertentangan dengan HAM? Ataukah HAM lebih tinggi dari agama?&#8221; kata Irfan.</p>
<p>MMI juga mengkritik wacana pemanggilan pakar HAM Amerika Serikat, Cole Durham, untuk dimintai pendapatnya terkait gugatan AKKBB tersebut. Menurut Irfan, hal tersebut akan menjadi preseden buruk terhadap citra kemandirian lembaga tinggi negara sekelas MK.</p>
<p>&#8220;Apa Urgensinya MK mengundang ahli HAM dari AS? Apakah ini intervensi AS terhadap MK?&#8221; tanya Irfan lagi.</p>
<p>Dalam kesempatan yang sama Amir MMI, Muhamad Thalib, mengingatkan agar Ketua MK Mahfud MD tidak terjebak intervensi asing. &#8220;Mahfud MD jangan jadi kaki tangan Amerika. Kita akan kepung MK jika UU Penodaan Agam dilencengkan,&#8221; tukas Thalib.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/yudiepriyadi.wordpress.com/133/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/yudiepriyadi.wordpress.com/133/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/yudiepriyadi.wordpress.com/133/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/yudiepriyadi.wordpress.com/133/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/yudiepriyadi.wordpress.com/133/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/yudiepriyadi.wordpress.com/133/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/yudiepriyadi.wordpress.com/133/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/yudiepriyadi.wordpress.com/133/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/yudiepriyadi.wordpress.com/133/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/yudiepriyadi.wordpress.com/133/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/yudiepriyadi.wordpress.com/133/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/yudiepriyadi.wordpress.com/133/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/yudiepriyadi.wordpress.com/133/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/yudiepriyadi.wordpress.com/133/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=yudiepriyadi.wordpress.com&amp;blog=7773412&amp;post=133&amp;subd=yudiepriyadi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://yudiepriyadi.wordpress.com/2010/02/20/uji-material-uu-penodaan-agama/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/8041051a833efd6f52110514ee9c36b8?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F0.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">yudiepriyadi</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>IRON MAN</title>
		<link>http://yudiepriyadi.wordpress.com/2010/02/17/iron-man/</link>
		<comments>http://yudiepriyadi.wordpress.com/2010/02/17/iron-man/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 17 Feb 2010 14:47:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>yudiepriyadi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hiburan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://yudiepriyadi.wordpress.com/?p=130</guid>
		<description><![CDATA[Beverly Hills &#8211; Pada 2001 lalu, Robert Downey Jr. sempat meraih penghargaan Golden Globe di kategori Aktor Pendukung Terbaik di Serial Televisi. Kini, Robert pun mengulangi kesuksesannya lagi di Golden Globe Awards yang ke-67. Lewat aktingnya di &#8216;Sherlock Holmes&#8217;, Robert meraih penghargaan Aktor Terbaik untuk kategori film komedi atau musikal. Ia pun menjadi yang terbaik [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=yudiepriyadi.wordpress.com&amp;blog=7773412&amp;post=130&amp;subd=yudiepriyadi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://yudiepriyadi.files.wordpress.com/2010/02/robert-dlm.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-129" title="Robert-dlm" src="http://yudiepriyadi.files.wordpress.com/2010/02/robert-dlm.jpg?w=510" alt=""   /></a><strong>Beverly Hills</strong> &#8211; Pada 2001 lalu, Robert Downey Jr. sempat meraih penghargaan Golden Globe di kategori Aktor Pendukung Terbaik di Serial Televisi. Kini, Robert pun mengulangi kesuksesannya lagi di Golden Globe Awards yang ke-67.</p>
<p>Lewat aktingnya di &#8216;Sherlock Holmes&#8217;, Robert meraih penghargaan Aktor Terbaik untuk kategori film komedi atau musikal. Ia pun menjadi yang terbaik di antara, Matt Damon, Daniel Day-Lewis, Joseph Gordon-Levitt dan Michael Stuhlbarg.</p>
<p>Saat menerima penghargaan, bintang &#8216;Iron Man&#8217; itu tidak mau berterimakasih kepada siapa pun. Tapi itu hanya bercanda, ia pun berterimakasih kepada beberapa kerabatnya.</p>
<p>&#8220;Saya tidak ingin mengucapkan terima kasih kepada siapa pun. Bahkan, saya juga tidak ingin berterimakasih kepada Warner Brothers..Mereka yang membutuhkan saya,&#8221; ucapnya sambil bercanda.</p>
<p>Minggu (17/1/2010), Golden Globe Awards yang ke-67 digelar di Beverly Hilton, Beverly Hills, Amerika Serikat.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/yudiepriyadi.wordpress.com/130/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/yudiepriyadi.wordpress.com/130/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/yudiepriyadi.wordpress.com/130/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/yudiepriyadi.wordpress.com/130/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/yudiepriyadi.wordpress.com/130/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/yudiepriyadi.wordpress.com/130/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/yudiepriyadi.wordpress.com/130/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/yudiepriyadi.wordpress.com/130/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/yudiepriyadi.wordpress.com/130/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/yudiepriyadi.wordpress.com/130/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/yudiepriyadi.wordpress.com/130/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/yudiepriyadi.wordpress.com/130/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/yudiepriyadi.wordpress.com/130/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/yudiepriyadi.wordpress.com/130/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=yudiepriyadi.wordpress.com&amp;blog=7773412&amp;post=130&amp;subd=yudiepriyadi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://yudiepriyadi.wordpress.com/2010/02/17/iron-man/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/8041051a833efd6f52110514ee9c36b8?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F0.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">yudiepriyadi</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://yudiepriyadi.files.wordpress.com/2010/02/robert-dlm.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Robert-dlm</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Rapat Pansus Angket Century Diharapkan Berlangsung Terbuka</title>
		<link>http://yudiepriyadi.wordpress.com/2009/12/13/rapat-pansus-angket-century-diharapkan-berlangsung-terbuka/</link>
		<comments>http://yudiepriyadi.wordpress.com/2009/12/13/rapat-pansus-angket-century-diharapkan-berlangsung-terbuka/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 13 Dec 2009 07:11:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>yudiepriyadi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Politik]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://yudiepriyadi.wordpress.com/?p=121</guid>
		<description><![CDATA[Anggota Tim 9 dari FPDIP Maruarar Sirait menegaskan, pihaknya akan berupaya agar rapat perdana Pansus Angket Century yang digelar terbuka. Hal ini penting dilakukan agar rakyat dapat mengawal dan mengawasi kinerja wakil rakyat dalam penyelesaian kasus Century. &#8220;Rapat yang terpenting harus terbuka. Dengan begitu rakyat bisa mengawasi wakil rakyatnya, melihat proses politik, dan tidak hanya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=yudiepriyadi.wordpress.com&amp;blog=7773412&amp;post=121&amp;subd=yudiepriyadi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://yudiepriyadi.files.wordpress.com/2009/12/images.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-122" title="Bank Century" src="http://yudiepriyadi.files.wordpress.com/2009/12/images.jpg?w=510" alt=""   /></a>Anggota Tim 9 dari FPDIP Maruarar Sirait menegaskan, pihaknya akan berupaya agar rapat perdana Pansus Angket Century yang digelar terbuka. Hal ini penting dilakukan agar rakyat dapat mengawal dan mengawasi kinerja wakil rakyat dalam penyelesaian kasus Century.</p>
<p>&#8220;Rapat yang terpenting harus terbuka. Dengan begitu rakyat bisa mengawasi wakil rakyatnya, melihat proses politik, dan tidak hanya dihadirkan pada kesimpulan dan keputusan saja,&#8221; kata Maruarat Sirait.</p>
<p>Hal tersebut dia sampaikan seusai menghadiri undangan pertemuan dengan tokoh budaya Sunda, Di Gedung Indonesia Menggugat, Jalan Perintis Kemerdekaan, Bandung, Sabtu (12/12/2009).</p>
<p>&#8220;Sehingga bisa dilihat siapa yang konsekuen siapa yang tidak, dan siapa yang bersungguh-sungguh siapa yang tidak,&#8221; imbuhnya.</p>
<p>&#8220;Siap walkout jika rapat digelar tertutup?&#8221; Tanya wartawan.</p>
<p>&#8220;Kita akan perjuangkan. Kami akan sampaikan sikap kami secara terbuka, jadi semuanya jelas dan tidak abu-abu,&#8221; jawabnya.</p>
<p>Di tempat yang sama, anggota Tim 9 yang terpental dari Anggota Pansus Century, Chandra Tirta Wijaya, mengancam walkout jika rapat perdana pansus yang digelar Senin (14/12/2009) nanti tidak dilakukan secara terbuka.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/yudiepriyadi.wordpress.com/121/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/yudiepriyadi.wordpress.com/121/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/yudiepriyadi.wordpress.com/121/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/yudiepriyadi.wordpress.com/121/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/yudiepriyadi.wordpress.com/121/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/yudiepriyadi.wordpress.com/121/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/yudiepriyadi.wordpress.com/121/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/yudiepriyadi.wordpress.com/121/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/yudiepriyadi.wordpress.com/121/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/yudiepriyadi.wordpress.com/121/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/yudiepriyadi.wordpress.com/121/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/yudiepriyadi.wordpress.com/121/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/yudiepriyadi.wordpress.com/121/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/yudiepriyadi.wordpress.com/121/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=yudiepriyadi.wordpress.com&amp;blog=7773412&amp;post=121&amp;subd=yudiepriyadi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://yudiepriyadi.wordpress.com/2009/12/13/rapat-pansus-angket-century-diharapkan-berlangsung-terbuka/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/8041051a833efd6f52110514ee9c36b8?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F0.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">yudiepriyadi</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://yudiepriyadi.files.wordpress.com/2009/12/images.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Bank Century</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
